Polarisasi Inggris

17 Jun

A. Akhir Abad Pertengahan.

Seiring berkembangnya Feodalisme, pada tahun 1066 M Pangeran William dari Normandia dengan beberapa ribu tentara di belakangnya, menyebrangi Inggris guna berusaha menjadi penguasa di Inggris. Keberanian Pangeran Wiiliam untuk menguasai Inggris dapat tercapai.

Ketika Inggris di bawah kekuasaan Edward I, Inggris mengalami pertumbuhan di bidang Ekonomi, Politik, dan Hukum. Edward I juga menaklukan Wales, tetapi tidak dengan Skotlandia. Kemudian kepemimpinan Edward I diteruskan Edward II. Kepemimpinan Edward II sangat lemah, sehingga Edward II diturunkan oleh Bangsawan. Kemudian diganti oleh Edward III. Ia berhasil memulihkan martabat serta kewibawaan raja. Namun Edward III lebih disibukan dengan Perang 100 tahun lebih melawan Perancis.

Perang ini disebabkan oleh Inggris yang masih menguasai suatu daerah di Perancis Selatan yaitu Gasconyi, sehingga menyulitkan raja Perancis untuk mempersatukan daerah-daerah di seluruh kerajaannya. Di samping itu terjadi bajak membajak antara pelaut Inggris dan Perancis tanpa ada Sanksi hukum. Inggris akhirnya kalah, dan kehilangan seluruh wilayahnya di Perancis kecuali kota Calais.

Pada abad ke- 14-15 M, terjadi emansipasi golongan bawah yang diakibatkan kesadaran kaum Tani untuk lepas dari para Tuan tanah mereka. Kekuasaaan Richard (1377-1399 M) pada mulanya ia memimpin secara baik, lama kelamaan menjadi sewenag-wenang. Kekuasaan akhirnya jatuh ke tangan Henry IV, yang kemudian diganti oleh Henry V yang memiliki keunggulan dalam bidang organisasi dan militer. Setelah itu digantikan oleh seorang Henry VI yang merupakan seorang raja yang lemah.

Berselang 2 tahun setelah terjadi Perang 100 tahun, terjadilah “The Wars of The Roses” (Perang Bunga Mawar). Penyebab langusng terjadinya perang ini adalah perebutan mahkota antara keluarga Lancaster dengan Keluarga York. Tetapi mahkota tidak dimenangkan keduanya, tetapi oleh pihak ketiga yaitu Henry Tudor.

B. Dinasti Tudor

Henry VII bertindak sangat hemat dalam pemakaian sarana, naumn jelas dan mantap mengenai tujuan-tujuan yang hendak dicapainya. Henry VII digantikan oleh Edward VI. Ketika ia berkuasa telah terjadi pemberontakan yang bersifat Ekonomi dan Agama. Kemudian naiklah Marry sebagai ratu. Ia menginginkan Inggris harus kembali ke pangkuan Gereja Katolik Roma. Dengan senjata UU kemurtadan yang telah disyahkan kembali. Mary membakar hidup-hidup tidak kurang 100 orang. Masa buruk tersebut digantikan oleh Elizabeth I. Ia memiliki kepribadian yang kuat dan mampu memecahkan masalah-masalah penting.

Tidak hanya Inggris yang meninggalkan Agama Katolik Roma. Begitu juga Skotlandia yang mengganti dengan Kristen Protestan. Pada waktu itu Skotlandia dipimpin oleh Ratu Mary Stuart. Hubungan antara Inggris dan Sanyol diwarnai peperangan yang disebabkan persaingan di Lautan (Amerika, Afrika, Asia). Sebab lain juga Spanyol ingin mengubah Agama Protestan di Inggris menjadi Katolik Roma.

C. Dinasti Stuart.

1. James I (1603-1625 M)

James I merupakan putra dari Mary Stuart. James I menjadi raja di Skotlandia ketika usianya kurang dari satu tahun. Ketika Elizabeth I meninggal dan mahkota kerajaan diserahkan kepada James I. selama ia memerintah menganut paham “hak ketuhanan raja-raja”. Sehingga banyak terjadi pemberontakan dari dalam misalnya Agama raja berselisih dengan kaum Puritan, raja berselisih dengan kaum Katolik. Dan secara tidak langsung raja berselisih dengan Parlemen, karena anggota Parlemen di Majelis Rendah di dominasi kaum Puritan. Raja sering kali membubarkan Parlemen, bila usul raja tidak dikabulkan oleh Parlemen.

Dan jika raja membutuhkan Parlemen untuk menyetujui usulnya maka Parlemen dipanggil untuk bersidang. Seperti saat akan mengadakan perang dengan Spanyol “Perang 39 tahun (1618-1648 M)” untuk meminta dukungan dan dana.

1. Charles I (1625-1649 M)

Pemerintaha Charles I selalu mendapat tolakan yang kuat dari Parlemen tiap kali meminta persetujuan untuk pemungutan pajak tambahan. Sehingga ia harus menandatangani “Petition of Right” namun akhirnya ia mengingkari petisi tersebut dan membubarkan Parlemen.

Pada tahun 1642-1646 M terjadi Perang Saudara I antara kaum Royalis (raja, kaum Katolik, kaum Anglikan, dan Majelis Tinggi) dengan kaum Parlementer (kaum Puritan, pedagang, dan Industriawan) yang meminta bantuan Skotlandia dan New Model Amry yang dipimpin Oliver Cromwell tahun 1649. Perang Saudara II antara New Model Amry dengan Kaum Royalis, Parlementer dan orang Skotlandia yang dimenangkan oleh New Model Amry. Tahun 1649 MCharles I dihukum mati oleh Parlemen.

3. Oliver Cromwell (1649-1660 M)

Oliver Cromwell berhasil meredam pemberontakan di Irlandia tahun 1649 oleh kaum Katolik yang mendukung Charles III. Ia berhasil menyatukan wilayah Britania setelah meredam pemberontakan di Skotlandia. Pada tahun 1651, Cromwell mengesahkan UU Pelayaran (Navigatioan Act). Akibatnya terjadi Perang Laut dengan Belanda dan Spanyol. Tahun 1658 meninggal dunia dan digantikan oleh putranya Richard Cromwell namun tahun 1660 Jendral Mouk merebut kekuasaan dari Richard Cromwell. Sebagai gantinya Parlemen memanggil kembali Charles II menjadi Raja Inggris.

4. Charles II (1660-1685 M)

Awal pemerintahannya ia berdampingan erat dengan Parlemen. Namun karena ia orang Katolik dan Parlemen yang banyak berpengaruh kaum Anglikan dan Gentry yang memaksakan ajarannya di Gereja Anglikan kepada Kaum Katolik dan kaum Puriti. Maka Charles II mengadakan perjanjian rahasia dengan Louis XIV. Dengan tujuan mendapatkan subsidi dari Perancis dengan syarat membantu Perancis menundukan Belanda dan kembali ke Negara Katolik. Charles II mendapat dukungan penuh dari kaum Partai Tory sampai akhir hayatnya tahun 1685. Pada tahun 1674 Charles II mengadakan hubungan baik dengan Belanda. Ketika adik Charles II digantikan yaitu James II (1685-1688) pemerintahan James II tidak berlangsung lama dan digantikan oleh puterinya Marry, isteri dari William of Range.

5. Marry (1689-1694 M) dan William (1689-1702 M)

Setelah Revolusi Gemilang (berakhirnya pertenangan raja denga parlemen). Parlemen merubah “Declaration of Right” menjadi “Bill of Right” yang isinya membatasi kekuasaan raja dan hak-hak warga Negara.

Pada masa Charles II dan James II Inggris sebagai satelit Perancis. Tetapi pada pemerintahan Willia dan Marry Inggris menjadi pemimpin ‘Grand Alliance” untuk Revolusi Diplomatik dengan Negara Eropa seperti Belanda, Jerman, dan Spanyol untuk melawan Perancis. Pertempuran ini juga berlangsung di daerah India, Afrika dan Amerika Utara. Akibatnya ekspansi Perancis terbendung dan William diakui sebagai raja oleh Louis XIV (1697). Tahun 1702 William meninggal dunia karena kecelakaan.

6. Ratu Anne (1702-1714 M)

Ratu Anne merupaka adik Marry Stuart. Dalam melanjutkan perang melawan Perancis ia dibantu oleh tokoh militer Ingris yang besar yaitu John Churcil dan Duke of Mardborough. Saat Parlemen didominasi oleh Partai Tory yang tidak suka perang , tahun 1710 mengadakan perjanjian dengan Perancis yang isinya memberikan daerah-daerah jajahan baru kepada Inggris di Laut Tengah (Gibraltar dan Amerika Utara), hak mengangkut bidak belia dari Afrika ke Amerika Selatan. Partai Tory juga memecat Marlborough. Penyatuan dengan Skotlandia benar-benar terjadi tahun 1707 dengan adanya Act of Union. Tahun 1714 Anne meninggal dunia dan tahta jatuh ke tangan George anak Ratu Sopia dari Dinasti Hanover.

C. Dinasti Hanover

1. George I (1714-1727 M) dan George II (1727-1754 M)

Pada awal pemerintahannya Parlemen didominasi oleh Partai Whig yang telah mengalahkan saingannya Partai Tory. Partai ini oleh keluarga Hanover dicurigai sebagai simpatisan keluarga Stuart yang beragama Katolik dan dibantu oleh Perancis. Partai Whig yang terdiri dari Bangsawan tuan tanah, pengusaha dan kaum disenters duduk di “Houseof Lord” (Majelis Tinggi) dan memilih siapa pun yang dikehendaki untuk duduk di “House of Common” (Majelis Rendah).

Pemerintahan George I dan George II sangat lemah. Sebagai pemerintahan Eksekutif dipegang oleh Dewan Menteri/Kabinet yang menganut asas “Solidaritas kabinet”. Dimulai pada tahun 1721 dengan Perdana Menteri Robert Walpole (1721-1742 M). Ia menganut politik Moderat dengan tujuan untuk stabilitas dan kemakmuran dalam negeri. Walpole mundur tahun 1742 karena desakan-desakan untuk perang dengan Perancis mengenai masalah tanah jajahan yang menyebabkan konflik-konflik di derah-daerah koloni di India dan Amerika Utara. Pertikaian dengan Perancis memunculkan “Perang 7 tahun “ (1756-1763 M). Awalnya Inggris mengalami kekalahan, naumn tahun 1757 dibawah Newcastle dan William Pitt berhasil mengalahkan Perancis di Kanada, India serta Prusia (Jerman).

2. George III

George III berhasil memukul mundur Perancis dari Amerika Utara (Kanada dan Meksiko) dan memperkuat posisi di India. Ia berhasil mengambil alih kekuasaan dari Partai Whig dan mendirikan partai baru yaitu “Kings Friends”. Karena kebijakan George III ia mendapat banyak protes baik dari rakyat Inggris maupun dari daerah-daerah koloni di Ameriak Utara yang akhirnya koloni tersebut lepas dari tangan Inggris dan menjadi Negara merdeka denga 13 koloni yang disebut USA (1776) karena adanya pungutan pajak yang besar untuk perang serta pembatasan perdagangan, bea masuk yang tinggi tetapi Inggris menolak untuk mengakuinya. Setelah tiga tahun berperang dengan Inggris, USA memperoleh kemenangan di Saratoga. Tahun 1778 Perancis, Spanyol, dan Belanda bersimpati mendukung USA, tahun 1782 Parlemen mendesak George III untuk menghentikan perang dan berdamai. Dalam perundingan di Paris, Inggris mengakui kemrerdekaan USA. Mendengar kemerdekaan USA, rakyat Irlandia juga melakukan hal yang sama. Pada tahun 1783 badan legisatif dan yudikatif Irlandia lepas dari Parlemen Inggrsis. Hanya badan Eksekutif saja yang masih saja terikat pada Parlemen Inggris.

D. Parlemen Inggris masa sekarang.

1. Parlemen Britania.

Parlemen Britania yang melakukan siding di Istana Westminster di London, terdiri dari Majelis Rendah dengan Majelis Tinggi. Majelis Rendah beranggotakan 659 Anggota terpilih dalam suatu pemilihan lima tahun sekali, dan masing-masing mewakili satu daerah pemilihan. Sedangkan Majelis Tinggi beranggotakan turun temurun dan anggota seumur hidup, selama anggota itu memiliki keturunan berjenis kelamin laki-laki. Ratu biasanya melantik ketua partai terbesar di Majelis Rendah untuk menjadi Perdana Menteri dan membentuk pemerintahan. Perdana Menteri memilih menteri yang berasal dari partainya di Majelis Rendah dan Majelis Tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Gay, Peter.1984.Abad Renaissance.Jakarta:Tira Pustaka

http://www.wikipedia.org.

Pick, Cristopher.2002.Proses Pembuatan Undang-Undang di Britania Raya.Jakarta:PT Maxima Pesona Persada

Garis Waktu Sejarah Eropa & Kerajaan Romawi Suci

Abad 14

* 1314 Skotalndia mengalahkan Inggris di Bannockburn
* 1337 Edward IV dari Inggris, menggklaim tahta Perancis, dan muncul perang 100 tahun (1337-1453)

* 1356 Lembu Emas dari tahun
* 1356 Liga Hansa diresmikan secara resmi
* 1370 Perjanjian Stralsund mengakhiri perang antara Liga Hansa dan Denmark
* 1392 Victual Bersaudara menyewa para bangsawan Mecklenburg untuk memerangi Denmark

Abad 15

* 1410 Pertempuran Grunwald
* 1420 Pemberontakan Hussite
* 1429 Joan de Ark memimpin pasukan Prancis melawan tentara Inggris di siege of Ireland
* 1455 Alkitab Gutenberg pertama kali dicetak oleh Johann Gutenberg
* 1495 Reformasi Kekaisaran; Reichskammergericht dibentuk

Abad 16

* 1506 : Pembuatan St. Peter di Bassilica, Roma

* 1517 Martin Luther menulis 95 Dalilnya
* 1521 Diocese Worms merujuk Martin Luther dan efeknya terhadap Reformasi Protestan
* 1524 – 1526 Perang Tani
* 1555 Perdamaian Augsburg

Abad 17

* 1642 Terjadi Perang Saudara 1642-1646 antara kaum Royalis dengan kaum Parlementer.
* 1648 Spanyol mengakui kedaulatan Belanda, Belanda menjadi negara Merdeka

* 1683 Kerajaan Ottoman Turki yang mengancam Kekaisaran Romawi Suci dikalahkan di dekat Wina oleh Raja Jan Sobieski dari Polandia

Abad 18

* 1782James Watt Menmukan Mesin uap.
* 1789Aksi Revolusioner masyarakat Paris menyerbu Penjara Bastille yang dianggap sebagai lambang keabsolutan raja.
* 1796Napoleon menaklukan Italia dan membentuk republik-republik sekutu.
* 1772-1795 Prusia mengambil bagian pada Pembagian Polandia. Hal ini menyebabkan perjuangan bangsa Polandia selama ratusan tahun melawan pendudukan Jerman.

Abad 19

* 1803 Napoleon menetapkan Konvensi Artlenburg
* 1804 – 1815 Perang-perang Napoleon
* Austria bergabung dengan Koalisi Ketiga
* 1806 Keruntuhan Kekaisaran Romawi Suci
* 1806 Konfederasi Rhein dibentuk
* 1806 Prusia bergabung dengan Koalisi Keempat
* 1807 Perdamaian Tilsit
* 1812 Grimm Bersaudara menerbitkan kumpulan pertama dongeng-dongeng
* 1812 – 1814 Koalisi Keenam memasukkan negara-negara Jerman
* 1813 Wilhelm Richard Wagner lahir

* 1815 Kongres Wina
* Konfederasi Jerman dibentuk
* 1834 Zollverein (Uni Perbatasan) dibentuk
* 1848 – 1849 Revolusi tahun 1848 di negara-negara Jerman
* 1848 Parlemen Frankfurt bersidang
* 1866 Perang Austria-Prusia; Pertempuran Königgrätz
* 1861 italia menjadi Negara kesatuan
* 1867 Konfederasi Jerman Utara dibentuk setelah runtuhnya Konfederasi Jerman
* 1870 Perang Perancis-Prusia
* 1871 Kekaisaran Jerman diproklamasikan dari Konfederasi Jerman Utara.

Kekaisaran Romawi Suci

Kerajaan Romawi yang Suci adalah serikat buruh di wilayah Eropa Pusat selama Abad Pertengahan dan Awal Periode modern di bawah suatu Suci Kaisar Roma. Kaisar Romawi suci adalah Otto yang Agung 962. Yang terakhir adalah Francis II, yang turun-tahta dan hancur pada tahun1806 sepanjang Peperangan yang Napoleonic [Itu] secara resmi dikenal sebagai Kerajaan Romawi yang Suci Bangsa Jerman dari abad 15th. Luas kerajaan wilayah meliputi Kerajaan negara Jerman, Italia dan Burgundy, wilayah yang masuk Republik negara Jerman Pemerintah pusat yang sekarang ini, Austria, Switzerland, Netherlands, Liechtenstein, Luxembourg, Republik Cekoslovakia, Slovenia, Negeri Belgia, seperti halnya besar wilayah dari Perancis modern, Italia dan Poland.

Kekaisaran Romawi Suci Bangsa Jerman (bahasa Jerman: Das heilige römische Reich deutscher Nation) adalah konglomerasi politik negara-negara di Eropa tengah yang berdiri dari sekitar tahun 843 sampai 1806. Wilayah awalnya adalah daerah timur Kerajaan Franka setelah pembagian menurut Perjanjian Verdun (843). Imperium ini berlangsung hampir satu milenium, sebelum dibubarkan pada tahun 1806. Imperium inilah yang disebut-sebut oleh Hitler sebagai “Reich” Pertama.

Penyebutan kekaisaran ini berubah-ubah. Pada awalnya, ia disebut sebagai Kekaisaran Romawi. Selanjutnya disebut Kekaisaran Suci. Pada perkembangannya, mulai disebut sebagai Kekaisaran Romawi Suci. Setelah Perdamaian Pfalz baru disebut dengan nama lengkapnya: Kekaisaran Romawi Suci Bangsa Jerman, meskipun anggota-anggotanya tidak semuanya berasal dari puak Jerman.

Bahasa yang digunakan pada saat itu adalah bahasa Latin, sehingga nama resminya adalah Sacrum Romanum Imperium (secara harafiah: Kekaisaran Romawi Yang Disucikan; kata untuk “suci” adalah sanctum, tapi hanya digunakan untuk Tuhan).

Di abad ke-18 daerah kekuasaannya menjangkau negara-negara modern Jerman, Republik Ceko, Austria, Liechtenstein, Slovenia, Belgia dan Luxemburg, juga sebagian besar Polandia dan sebagian kecil Belanda. Sebelumnya malah juga menjangkau seluruh Belanda dan Swiss, dan sebagian dari Perancis dan Italia.

Adalah sangat sulit untuk menjelaskan kekaisaran ini karena ia tidak menyerupai bentuk-bentuk negara yang kita kenal saat ini. Sejarawan Samuel Pufendorf dalam penjelasannya De statu imperii Germanici, diterbitkan dengan nama alias Severinus de Monzambano di tahun 1667, menulis dalam bahasa Latin: “Nihil ergo aliud restat, quam ut dicamus Germaniam esse irregulare aliquod corpus et monstro simile …” (“Jadi kita kemudian hanya dapat menyebut Jerman sebagai suatu himpunan yang tidak tunduk pada satu aturan dan menyerupai monster”). Voltaire, seorang filsuf Perancis, kemudian hari juga mengatakan bahwa entitas ini “bukan kekaisaran, tidak suci dan juga tidak Romawi”.

Namun meskipun dikritik oleh banyak negarawan, politisi dan filsuf, struktur Uni Eropa sekarang ini malahan mirip dengan struktur Kekaisaran Romawi Suci.
Karakter kekaisaran

Pangeran-pemilih (Kurfürst) dari Kekaisaran Romawi Suci. Dari Bildatlas der Deutschen Geschichte oleh Dr Paul Knötel (1895)

Kekaisaran Romawi Suci adalah sebuah institusi yang unik dalam sejarah dunia dan oleh karena itu sulit untuk dimengerti. Untuk dapat mengerti apakah dia, kita mungkin perlu mengetahui bahwa Kekaisaran Romawi Suci bukan merupakan suatu nation-state. Meskipun etnik penguasanya adalah etnik Jerman, namun dari awal banyak etnik yang membentuk Kekaisaran Romawi Suci. Banyak dari keluarga bangsawan penting dan pejabat tertunjuk datang dari luar komunitas penutur bahasa Jerman. Pada masa kejayaannya, kekaisaran ini dia hampir mencakup wilayah sekarang dari Jerman, Austria, Swiss, Liechtenstein, Belgia, Belanda, Luxemburg, Republik Ceko, Slovenia, dan juga timur Perancis, utara Italia dan barat Polandia.

Oleh karena itu, bahasanya tidak hanya terdiri dari bahasa Jerman dan banyak dialeknya dan turunan saja, tetapi juga banyak bahasa Slavia, dan bahasa yang menjadi Perancis dan Italia modern. Lebih jauh lagi, pembagiannya menjadi beberapa wilayah yang diatur oleh pangeran sekuler dan eklesiastikal, prelate, count, ksatria kerajaan, dan kota bebas membuatnya lebih erat dari negara modern yang bermunculan di sekitarnya.

Namun, dalam masanya, dia lebih dari sebuah konfederasi. Konsep Reich tidak hanya mencakup pemerintah dari wilayah tertentu, tetapi juga memiliki konotasi keagamaan Kristen yang kuat (suci sebagai namanya). Sampai 1508, Raja-raja Jerman tidak dianggap sebagai Kaisar dari Reich sebelum Paus, wakil Kristus di bumi, memahkotainya secara resmi sebagai Kaisar.Reich oleh karena itu dapat dijelaskan sebagai persilangan antara sebuah negara dan sebuah konfederasi keagamaan.

Reichstag

Reichstag adalah badan yang legislatif Kerajaan Romawi Suci , dibagi menjadi tiga kelas beda

· Dewan Pemilih, Yang mencakup Pemilih Kerajaan Romawi Suci.

· Dewan Para pangeran, Yang mencakup kedua-duanya laypersons dan clerics. o Secular Bangku:

1. Para pangeran ( mereka yang mempunyai jabatan Pangeran, Adipati, Adipati, , Margrave, atau Landgrave) suara individu yang dipegang; beberapa lebih dari satu dipegang memilih atas dasar penguasa beberapa wilayah. Juga, Dewan mencakup Gelar ningrat atau Grafs, yang dapat dikelompokkan ke dalam empat Jenjang: Wetterau, Swabia, Franconia, dan Westphalia. Masing-Masing Jenjang bisa melempar satu suara secara keseluruhan.

2. Bangku Yang tentang gereja Kristen: Uskup, Kepala biarawan tertentu, dan dua Penguasa Agung Jerman dan ordo St Yohanes mempunyai suara individu. tertentu Lain Kepala biarawan telah dikelompokkan ke dalam dua Jenjang: Swabia dan Rhine .Masing-Masing Jenjang mempunyai satu suara kolektif.” Dewan Kota besar Kerajaan, Yang mencakup wakil dari Kota besar Kerajaan mengelompokkan ke dalam dua Jenjang: Swabia dan Rhine . Masing-Masing Jenjang mempunyai satu suara kolektif.

· Dewan Kota besar Kerajaan tidaklah secara penuh sepadan dengan yang lainnya dewan kota besar tidak bisa memilih beberapa hal seperti pintu masuk [dari;ttg] wilayah baru. Penyajian Kota besar Yang cuma-cuma di Reichstag telah menjadi umum karena sejak runtuhnya Abad Pertengahan. Meskipun demikian, keikutsertaan mereka secara formal diakui hanya seperti di 1648 Westphalia yang berakhir yang perang tigapuluh tahun

Pengadilan

kerajaan Kerajaan juga mempunyai dua [pengadilan/lingkungan]: Reichshofrat ( juga yang dikenal bahasa Inggris sebagai Dewan yang Aulic) di pengadilan Emperor ( itu adalah, kemudian (dalam) Vienna), dan Reichskammergericht ( Pengadilan Kamar Kerajaan), yang dibentuk dengan Perubahan kerajaan tahun1495.

Lingkaran kerajaan

Sebagai bagian dari Reichsreform, enam Lingkaran Kerajaan ( Reichskreise) telah didirikan 1500 dan memperluas ke sepuluh 1512. Ini adalah pengelompokan [yang] regional kebanyakan ( meskipun [demikian] tidak semua) tentang berbagai negara Kerajaan untuk kepentingan pertahanan, perpajakan kerajaan, pengawasan koin, damai yang memelihara fungsi dan keamanan publik. Masing-Masing lingkaran mengerti Diet Lingkaran kepunyaan ( Kreistag).

Raja

orang-orang Roma adalah calon Kaisar yang pertama untuk dipilih menjadi Raja orang-orang Roma . Para raja dipilih melalui immemorial,padaabad 9 oleh para pemimpin lima suku bangsa paling utama: ( Untuk Salian terus terang Lorraine, Untuk Ripuarian, Franconia, dan Saxons, Bavarians, dan Swabians); kemudian oleh uskup dan adipati kerajaan besar, yang pada akhirnya hanya disebut Kurfürsten (golongan memilih adipati / pemilih). Golongan terpilih ini secara formal didirikan 1356 oleh Raja Bohemia Charles IV,. Yang ada awalnya, hanya ada tujuh pemilih: Gelar ningrat yaitu Palatine Rhine, Raja Bohemia, Adipati Saxony, Margrave Brandenburg, dan Uskup Cologne, Mainz, dan Trier. Selama perang tigapuluh tahun, Adipati Bavaria telah diberi hak untuk memilih sebagai pemilih yang kedelapan . Suatu calon untuk pemilihan akan diharapkan untuk menawarkan pemberian/hadiah daratan atau uang kepada pemilih dalam rangka menjamin/mengamankan suara mereka.

Raja baru yang dipilih kemudian pergi ke Roma untuk dimahkotai Kaisar oleh Sri Paus .Tetapi Raja sering dihambat oleh konflik di dalam Italia utara yang sering menentang, atau bertengkar dengan Sri Paus sendiri. Kaisar Kemudiannya tidak memerlukan penobatan yang berkenaan dengan paus sama sekali, menjadi isi dengan gaya Emperor-Elect: Kaisar yang ter]akhir untuk dimahkotai oleh Sri Paus adalah Charles V di (dalam) 1530. Kaisar telah harus seorang laki-laki karakter baik di atas 18 tahun.. Tidak ada hukum yang memaksa dia untuk menjadi agama Katholik,

2 Responses to “Polarisasi Inggris”

  1. dunianatasha December 16, 2008 at 12:09 pm #

    nice blogg!!
    heheheheheu

  2. lovegood April 1, 2009 at 7:01 am #

    wahh,, bgus nih blog’a

    tp koq source’a gag ada yaa??
    posting juga donk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: