Merancang dan Menerapkan Pembelajaran IPS Terpadu dengan Menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah

18 Jun

1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah

Pembelajaran IPS terpadu dengan pendekatan masalah merupakan suatu strategi pembelajaran yang menarik karena peserta didik tidak hanya dapat mendapatkan materi yang sedang dipelajari tetapi juga mendapatkan suatu pemecahan masalah social terhadap gejala social yang terjadi dalam lingkungannya.tetapi sangat disayangkan Pembelajaran IPS terpadu dengan mengunakan pendekatan masalah pada saat ini Jarang sekali dipakai pada proses pembelajaran .Hal ini disebabkan oleh banyak hal dan hal yang menjadi factor utama mengapa Pendekatan pemecahan masalah ini jarang dipergunakan dalam proses pembelajaran adalah kurangnya pengetahuan pengajar tentang cara merancang serta menerapkan suatu pembelajaran IPS terpadu dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah.
Merancang pembelajaran IPS terpadu dengan pendekatan masalah dengan baik harus dipahami oleh seorang pengajar karena dengan perancangan yang benar membuat proses pembelajaran menjadi efesien.Karena dalam proses perancangan pembelajaran inilah menjadi kunci dari suksesnya penerapan pembelajaran IPS terpadu dengan pendekatan masalah dikelas sehingga dapat meningkatkan beberapa hal positif bagi siswa seperti:
1. mengembangkan sikap/keterampilan siswa untuk mampu memecahkan permasalahannya serta mengambil keputusan secara objektif dan mandiri.
2. mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Proses berpikir terdiri dari serentetan keterampilan seperti mengumpulkan informasi/data, membaca dan menafsirkan data, dan Iain-lain yang penerapannya membutuhkan latihan dan pembiasaan,
3. siswa benar-benar menghayati untuk berpikir dan mengembangkan minat dalam berbagai kemungkinan,membina pengembangan sikap penalaran lebih jauh dan cara berpikir objektif, mandiri, kritis dan analitis baik secara individual maupun kelompok.
1.2 Metode
Untuk itu makalah ini mengangkat bagaimana merancang dan menerapkan pembelajaran IPS dengan pendekatan pemecahan masalah dengan benar sehingga proses belajar dapat berjalan dengan baik.Dengan mengunakan buku sebagai media sumber informasi ,penulis mencoba memaparkan bagaimana merancang dan menerapkan pembelajaran IPS dengan pendekatan pemecahan masalah bisa menjadi salah satu alternative strategi dalam menyampaikan pembelajaran IPS dikelas.Serta diharapkan dapat meningkatkan cara berpikir siswa terhadap suatu gejala social.
2 Pembahasan Masalah
2.1 Pengertian Pendekatan Pemecahan Masalah
Masalah dapat diartikan setiap hal yang mengundang keragu-raguan, ketidakpastian atau kesulitan yang harus diatasi dan diselesaikan.Biasanya masalah terjadi karena kesenjangan antara apa yang diharapkan dan apa yang terjadi dilapangan. Selanjutnya masalah sosial dapat diartikan suatu situasi yang mempengaruhi banyak ruang dan dianggap sumber kesulitan atau ketidakpuasan yang menuntut untuk dipecahkan. Secara operasional, masalah sosial diartikan suatu situasi yang pada kenyataannya tidak sesuai dengan yang dikehendaki.
Menurut sifatnya, masalah sosial bermacam-macam; statis-dinamis, besar-kecil, sederhana-kompleks. Dengan demikian strategi pemecahannya pun harus disesuaikan dengan sifat dan karakteristik masalahnya. Seperti ada yang dipecahkan secara intuitif, coba-coba, tradisional, berdasarkan pengalaman lampau, terkaan kasar dan sebagainya.
Secara umum kita mengenal tiga cara pemecahan masalah:
1. Pemecahan masalah secara otoritatif, yaitu pemecahan masalah yang dilakukan oleh penguasa yang berwenang (pejabat, guru, hakim, dan Iain- lain).
2. Pemecahan masalah secara ilmiah, yaitu pemecahan masalah dengan menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan secara ilmiah.
3. Pemecahan masalah secara metafisik, yaitu pemecahan masalah dengan menggunakan cara-cara yang tidak rasional, misal secara gaib.
Pemecahan masalah merupakan suatu proses memecahkan masalah ini mcnyangkut mengubah keadaan yang aktual menjadi keadaan seperti yang dikehendaki.
Pendekatan adalah cara umum dalam melihat dan bersikap terhadap suatu masalah. Dengan demikian pendekatan pemecahan masalah adalah pendekatan yang digunakan dalam mempelajari IPS terpadu dengan maksud mengubah keadaan yang aktual menjadi keadaan seperti yang kita kehendaki dengan memperhatikan prosedur pemecahan yang sistematis.

2.2 Merancang Pembelajaran IPS Terpadu dengan Menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah
Dalam merancang pembelajaran IPS terpadu dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah sebaiknya berdasarkan pada pemikiran kritis dan reflektif yang-mengikuti proses kerja sebagai berikut:
1. menyadari adanya masalah
2. mencari petunjuk untuk pemecahannya
• pikiran kemungkinan pemecahannya dan pendekatannya
• ujilah kemungkinan-kemungkinan pemecahan masalah dengan
kriteria tertentu
3. mempergunakan suatu pemecahan yang cocok dengan kriteria tertentu dan
mengesampingkan kemungkinan pemecahan yang lain.
Pengajar perlu menyeleksi dalam memilih pendekatan pemecahan masalah di kelas bagi kepentingan proses belajar mengajar. Oleh Karena itu harus memperhatikan kriteria pemilihan masalah. Sebagai acuannya adalah kriteria pemilihan masalah seperti yang dikemukakan Qirillen dan Hannn, yakni:
• masalah itu bersifat umum dan berulang-ulang sehingga cukup dikenal
dan menarik perhatian siswa
• masalah itu cukup penting dibahas di kelas
• masalab itu dapat mengembangkan kelas ke arah tujuan yang dikebendaki
• melihat kemungkinan tersedianya bahan-bahan yang diperlukan untuk
pemecahan masalah
• masalah itu dapat menjamin kelanjutan pengalaman belajar siswa.
Setelah masalah kita ketemukan, maka langkah selanjutnya adalah pemecahan masalah. Ada tiga model pemecahan masalah yang dikemukakan oleh para ahli antara lain John Dewey, Brian Larkin, David Johnson dan Frank Johnson. Untuk lebih jelasnya marilah kita perhatikan uraian berikut:
Langkah-langkah dan gambaran pemecahan masalah yang dikemukakan oleh John Dewey, yaitu:
• Merumuskan permasalahan.Mengetahui dan merumuskan permasalahan secara jelas,
• Menelaah permasalahan.
Menggunakan pengetahuan untuk merinci dan menganalisis masalah tersebut dari berbagai sudut,
• Membuat/merumuskan hipotesis.
Menghayati secara luas dan lengkap sebab akibat serta pemecahan masalah tersebut,
• Meghimpun, mengelompokkan data sebagai bahan pembuktian hipotesis.
Kecakapan mencari dan menyusun data dan menvisualisasikan data dalam bentuk bagan, gambar, grafik dan lain-lain,
• Pembuktian hipotesis.
Kecakapan menelaah dan membahas data, menghubung-hubungkan; atau menghitung data terhadap hipotesis dan keterampilan mengambil keputusan dan kesimpulan dari hal-hal di atas,
• Menentukan pilihan pemecahan/keputusan.
Kecakapan membuat, memilih dan menilaibeserta perhitungan akibat kelak.
Model Pemecahan Masalah secara Kelompok
1. Model ini dikemukakan oleh David Johnson dan Frank Johnson, di mana model ini menitik beratkan pada pemecahan masalah secara kelompok yaitu pada kemampuan mengambil keputusan. Kemampuan pemecahan masalah secara kelompok meliputi beberapa unsur sebagai berikut:
dapat menghasilkan kesepakatan tentang sesuatu keadaan yang dikehendaki
2. sepakat menetapkan struktur dan prosedur untuk menghasilkan, memahami dan memakai informasi yang relevan dengan keadaan yang actual
3. sepakat untuk menetapkan struktur dan prosedur untuk menemukan kemungkinan pemecahan masalah, memutuskan dan mempergunakan cara pemecahan yang terbaik dan efektif.
Langkah-langkah pemecahan masalah secara kelompok yang dikemukakan oleh David Johnson dan Frank Johnson sebagai berikut:
1. Definisi Masalah
Definisi masalah merupakan langkah yang paling sulit. Apabila merumuskan dengan baik maka langkah selanjutnya akan lebih mi Untuk perumusan masalah ini dianjurkan menggunakan langkah-lar sebagai berikut:
• tampunglah secara terbuka semua pernyataan masalah
• rumuskan kembali setiap pernyataan sehingga dapat memperoleh gambaran yang ideal dan aktual. Pilihlah salah satu definisi yang penting dan dapat dipecahkan.
2. Diagnosis Masalah
Langkah kedua ini kita ingin mengetahui dimensi dan sebab sebab timbulnya masalah. Tujuannya adalah untuk mengetahui sifat dan besarnya kekuatan yang mendorong ke arah situasi yang ideal dan kekuatan-kekuatan ynng menghambat ke arah tersebut.
3. Merumuskan Altematif Strategi
Dalam kelompok ketiga ini kelompok harus mencari dan menemukan berbagai altematif cara pemecahan masalah, di mana kelompok harus kreatif berpikir divergen, memahami pertentangan antaridea dan punya daya temu yang tinggi.
4. Penentuan dan Penerapan suatu Strategi
Setelah berbagai altematif strategi pemecahan masalah diperoleh, maka kelompok pada tahap ini memutuskan untuk memilih altematif mana yang akan dipakai. Tahap ini mengandung dua aspek utama pemecahan masalah yaitu:
• pengambilan keputusan yaitu suatu proses mengambil suatu pilihan dari berbagai altematif tindakan
• keputusan penerapan yaitu suatu proses untuk mengambil tindakan yang diperlukan sehingga menghasilkan pelaksanaan tersebut
Dalam tahap ini kelompok harus menggunakan pertimbangan yang kritis, berpikir kovergen dalam membitat perencanaan yang nyata mengenai pelaksanaan.
5. Evaluasi Keberhasilan Strategi
Dalam langkah kelima ini kelompok mempelajari: apakah strategi itu berhasil diterapkan (evaluasi proses), apakah akibat pcnerapan strategi itu (evaluasi hasil) dan apakah keadaan akKial sudah lebih mendekati keadaan yang ideal daripada sebelum penerapan.Hasil akhir dari evaluasi harus menunjukkan: masalah apa yang sudah dipecahkan, seberapa jauh pemecahannya, masalah apa yang belum terpecahkan dan masalah baru apa yang timbul sebagai akibat pemecahan ini.
2.3 Menerapkan Pembelajaran IPS Terpadu dengan Menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah
Dalam menerapkan model pembelajaran IPS terpadu dengan menggunakan pendekatan masalah kita ,dapat memilih model yang dikemukakan oleh para ahli di atas. Karena pada prinsipnya model pemecahan masalah tersebut adalah sama yakni dari merumuskan masalah sampai pada pemecahan masalah dengan menggunakan suatu strategi yang cocok.
Pemilihan model pemecahan diatas dapat kita tentukan sendiri sesuai dengan tema yang sesuai dengan tema yang sedang dibahas pada sebuah kelas.Sehingga dengan pemilihan yang tepat terhadap model pemecahan masalah maka seorang mengajar dapat menyampaikan Materi IPS terpadu kepada peserta didik dengan baik.karena seorang pengajar hanya tinggal merumuskan prinsip-prinsip model pemecahan masalah dengan menghubungkan tema yang sedang dibahas.
Sebagai contoh, seorang guru akan menerapkan model pembelajaran IPS terpadu dengan menggunakan pendekatan pcmecahan masalah dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Ambil contoh kurikulum Sekolah Dasar kelas V catur wulan 2. Langkah-langkah guru adalah sebagai berikut:
1. menentukan tujuan pembelajaran
=>Siswa mengenai sumber daya manusia dan ciri khas kebudayaan Indonesia,
2. menentukan pokok bahasan.
=>Jumlah penduduk
3. menentukan dan memahami materi pelajaian yang akan disampaikan
=>Membahas cara-cara pengendalian pertambahan jumlah pendu Indonesia
4. Setelah guru melakukun persiapan di atas maka langkah selanjutnya adalah menyampaikan materi pelajaran dalam kegiatan belajar mengajar di kelas dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah secara kelompok dengan prosedur: guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil. Kemudian kelompok tersebut atas bimbingan dan pengarahan guru mengikuti proses kerja sebagai berikut:
a. Mendefinisikan Masalah
Langkah yang ditempuh adalah: menampung seluruh pernyataan masalah yang berkaitan dengan cara-cara untuk mengendalikan pertambahan penduduk Indonesia; merumuskan kembali pernyataan masalah dan memilih beberapa definisi masalah yang dapat diselcsaikan oleh setiap kelompok yang disesuaikan dengan kemampuan siswa dan fasilitas yang ada,
b. Mendiagnosis Masalah
Tahap ini bertujuan untuk mengetahui dimensi dan sebab-sebab. timbulnya masaiah. Adapun sebab-sebab timbulnya masalah tersebut antara lain:
• tingginya angka kawin muda, hal ini menyebabkan kesempatan unruk melahirkan menjadi besar dan dalam jangka waktu yang panjang memungkinkan untuk melahirkan dalam frekuensi yang banyak
• adanya anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki, hal ini yang mendasari keluarga besar dalam satu lumah tangga
• adanya anggapan bahwa mengendalikan kelahiran dengan kontrasepsi merupakan perbuatan haram
• rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang keluarga berencana, sehingga mereka tidak mengetahui cara-cara untuk mengendalikan kelahiran dan hal ini ditunjang dengan sarana dan prasarana praktik KB yang belum merata ke seluruh lapisan masyarakat,
c. Merumuskan alternatif strategi
Tahap ini kelompok hanjs kreatif dan berusaha untuk merumuskan alternatif strategi untuk memecahkan masalah serta dituntut mempunyai daya nalar yang tinggi. Setelah mengetahui sebab-sebab timbulnya masalah yang ditinjau dari berbagai sudut pandang, maka kita dapat merumuskan strategi pemecahan masalah dengan jalan:
1. menggalakkan Keluarga Berencana secara nasional, karena strategi ini dapat menekan angka kelahiran,
2. meningkatkan pendidikan kependudukan di seluruh masyarakat Indonesia,
3. membuat undang-undang yang mengatur tentang batas usia kawin pertama bagi penduduk Indonesia baik pria maupun wanita,
4. membudayakan dan melembagakannorma keluarga kecil bahagia dan sejahtera. penentuan dan penerapan strategi
Tahap ini kelompok-kelompok memutuskan untuk memilih alternatif strategi yang akan dipakai. Tentunya alternatif yang dipilih sudah melalui pertimbangan yang matang, sehingga diharapkan strategi tersebut dapat menjadi obat mujarab bagi pemecahan masalah. Adapun alternatif strategi yang dipilih antara lain:
1. meningkatkan gerakan Keluarga Berencana secara nasional dengan menggunakan alat kontrasepsi, Strategi ini untuk memecahkan masalah tingginya angka kelahiran,
2. melembagakan dan membudayakan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Strategi ini untuk memberikan penjelasan tentang arti penting dan hakikat keluargn kecil bahr.gia sejahtera bagi
masyarakat yang masih mempunyai anggapan keluarga besar dalam satu rumah tangga,
3. membuat undang-undang perkawinan yang mengatur batas minimal usia kawin pertama bagi penduduk Indonesia. Strategi ini untuk memecahkan masalah rendahnya usia kawin pertama yang dilakukan penduduk Indonesia khususnya di pedesaan,
e. evaluasi keberhasilan strategi
Tahap ini kelompok mempelajari: apakah strategi itu bisa diterapkan; apakah akibat dari penerapan strategi itu; apakah keadaaan aktual sudah mendekati keadaan yang kita kehendaki,setelah kelompok sampai kepada tahap evaluasi, maka langkah selanjutnya mengadakan tanya jawab mengenai hasil pemecahan masalah yang diputuskan masing-masing kelompok yang bertujuan mendapatkan keputusan bersama mengenai strategi pemecahan masalah cara-cara mengendalikan pertambahan penduduk Indonesia.
3 Kesimpulan
Hal yang menjadi kunci dari suskesnya pembelajaran IPS terpadu dengan pendekatan masalah adalah pada tahap perancangan dan pemilihan model pemecahan masalah sehingga seorang pegajar mendapatkan rancangan yang jelas tentang bagaimana sebuah pembelajaran diarahkan .sehingga penerapan IPS terpadu dengan pendekatan masalah menjadi sebuah evaluasi . Pengajar dapat memodifikasi langkah-langkah yang disampaikan oleh para ahli dengan tetap memperhatikan prinsip yang baku sesuai dengan gaya mengajar Anda serta fasilitas yang ada sehingga tujuan dari pembelajaran IPS dapt tercapai.
4 Referensi
Sumber Buku Pendidikan IPS di SD Karya Drs. Ischak, S.U., dkk Cetakan Ke Tujuh Belas 2006

About these ads

One Response to “Merancang dan Menerapkan Pembelajaran IPS Terpadu dengan Menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah”

  1. yesi November 6, 2008 at 3:59 am #

    bisa kasih referensi yang menunjang ngak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: