Homo Florensis

11 Mar

Para ilmuwan Australia dan Indonesia menemukan sebuah spesies manusia yang hidup di Indonesia pada saat nenek moyang manusia menyebar ke berbagai penjuru dunia. Spesies baru itu, Homo floresiensis, hidup di Pulau Flores sekitar 12.000 tahun yang lalu.Tim arkeologi gabungan Indonesia dan Australia menemukan fosil tulang belulang sewaktu melakukan penggalian di situs Liang Bua yang merupakan salah satu dari sejumlah gua batu kapur di Flores.

Tengkorak tidak utuh ditemukan pada kedalaman 5,9 meter. Awalnya para peneliti mengira tengkorak itu adalah fosil seorang anak. Namun pemeriksaan pada gigi dan tengkorak mengukuhkan bahwa fosil itu berasal dari manusia purba dewasa, sementara bentuk tulang panggul menandakan jenis kelamin wanita.Analisa tulang kaki menyatakan bahwa Manusia Flores berdiri tegak seperti manusia modern.tingginya hanya mencapai 106 cm itu

Yang tidak kalah menakjubkan adalah keberadaan Homo floresiensis tampaknya sudah sejak lama dibicarakan oleh warga Flores.Legenda mereka bercerita tentang manusia mungil di pulau Flores yang mereka disebut Ebu Gogo.Penduduk Flores menggambarkan Ebu Gogo sebagai makhluk setinggi kurang lebih satu meter, berbadan penuh bulu dan sering “berbisik-bisik” satu sama lain dalam bahasanya sendiri.Manusia Flores terakhir diperkirakan hidup di Liang Bua sekitar 12.000 tahun lalu sewaktu letusan gunung berapi memusnahkan sebagian besar flora dan fauna liar di Flores.Tetapi ada tanda-tanda bahwa Homo floresiensis hidup lebih lama dari perkiraan. Mitos Ebu Gogo mengatakan makhluk itu masih hidup sewaktu para penjelajah Belanda datang ke Flores beberapa ratus tahun lalu.

Panemuan manusi purba ini membuat para ahli mencoba mencari penjelasan bagaimana mahluk itu bisa berada dan mempunyai tubuh seperti itu.para ilmuan mencoba membuktikan kedatangan manusia purba itu dengan cara meyebrangi selat flores dengan mengunakan rakit yang terbuat dari bambu dan ternyata berhasil.

Beberapa ahli sempat meragukan penemuan manusia purba itu (hobbit),mereka menduga bahwa fosil itu adalah fosil manisia purba yang mengalami kelainan pada bentuk tubuh mereka,tetapi hal itu segera terbentahkan dengan ditemukannya 6 fosil lainnya dan menurut hasil penelitian bahwa fosil tersebut bukan lah fosil manusia purba yang mengalami setelah mereka melakukan rekonstruksi struktur otak manusia purba tersebut.Hasil yang mengejutkan juga terjadidengan penemuan gajah purba yang tubuhnya mengecil hingga tubuh mereka menjadi kurang dari 2 meter.para ahli berpendapat bahwa hal ini mungkin dikarenakan oleh faktor alam yang kurang mendukung terutama persediaan makanan sehingga membuat mahluk hidup di pulau Flores tersebut mengecil untuk mengatasi lingkunagan yang kurang mendukung tetapi hal ini terjadi sebaliknya untuk mahluk hidup seperti komodo mereka menjadi besar karena pengecilan mahluk lainnya.

Dengan ditemukan manusia di Flores membuat para ahli yakin masih terda[at mahluk purba yang mungkin ada di wilayah indonesia lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: