Kamus

12 Mar

Humanisme adalah istilah umum untuk berbagai jalan pikiran yang berbeda yang memfokuskan dirinya ke jalan keluar umum dalam masalah-masalah atau isu-isu yang berhubungan dengan manusia. Humanisme telah menjadi sejenis doktrin beretika yang cakupannya diperluas hingga mencapai seluruh etnisitas manusia, berlawanan dengan sistem-sistem beretika tradisonal yang hanya berlaku bagi kelompok-kelompok etnis tertentu.Humanisme modern dibagi kepada dua aliran. Humanisme keagamaan/religi berakar dari tradisi Renaisans-Pencerahan dan diikuti banyak seniman, umat Kristen garis tengah, dan para cendekiawan dalam kesenian bebas. Pandangan mereka biasanya terfokus pada martabat dan kebudiluhuran dari keberhasilan serta kemungkinan yang dihasilkan umat manusia.Humanisme sekular mencerminkan bangkitnya globalisme, teknologi, dan jatuhnya kekuasaan agama. Humanisme sekular juga percaya pada martabat dan nilai seseorang dan kemampuan untuk memperoleh kesadaran diri melalui logika. Orang-orang yang masuk dalam kategori ini menganggap bahwa mereka merupakan jawaban atas perlunya sebuah filsafat umum yang tidak dibatasi perbedaan kebudayaan yang diakibatkan adat-istiadat dan agama setempat. 2. Borjuis, yaitu, menjadi orang yang berada, borjuis, maupun pejabat yang memegang kedudukan terjamin dan berhak-istimewa. Di setiap negara kapitalis di mana terdapat kaum tani (seperti halnya di kebanyakan negeri-negeri kapitalis) mayoritas melimpah kaum tani adalah tertindas oleh pemerintah dan merindukan penggulingannya, merindukan pemerintah yang murah. Ini hanya dapat dicapai oleh proletariat, dan dengan mencapai hal itu, bersamaan dengan itu proletariat mengambil langkah ke arah pembangunan kembali negara secara sosialis. 3. Sekuler dalam arti umum berarti “di luar keagamaan”. Dia dapat digunakan sebagai arti netral.Dalam hubungan denga politik dan filosofi, dia menunjuk kepada pemerintah yang melaksanakan hukum sipil ( bertentangan dengan ajaran agama seperti syariah Islam, hukum kanon Katholik dan hukum rabbinakal), bebas dari agama apa pun, dan tidak mendukung ke ajaran agama tertentu. 4. Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang berbeda dengan bentuk organisasi lain terutama karena hak negara untuk mencabut nyawa seseorang. Untuk dapat menjadi suatu negara maka harus ada rakyat, yaitu sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada. 5. Charles V (24 Februari 150021 September 1558) adalah Kaisar Romawi Suci, Raja Spanyol, Naples, dan Sisilia, dan penguasa wilayah Burgundi. Di Spanyol, secara resmi ia mendapat nama Carlos I, walaupun oleh orang awam ia biasa disebut sebagai Kaisar Romawi Suci. Orang Spanyol kadang menjulukinya sebagai “El Dorado”. Wilayah kekuasaan Charles V sering disebut dengan “in which the sun does not set” (dimana matahari tidak pernah tenggelam) karena mencakup daerah yang sangat luas. 6. Kekaisaran Romawi Suci Bangsa Jerman (bahasa Jerman: Das heilige römische Reich deutscher Nation) adalah konglomerasi politik negara-negara di Eropa tengah yang berdiri dari sekitar tahun 843 sampai 1806. Wilayah awalnya adalah daerah timur Kerajaan Franka setelah pembagian menurut Perjanjian Verdun (843). Imperium ini berlangsung hampir satu milenium, sebelum dibubarkan pada tahun 1806. Imperium inilah yang disebut-sebut oleh Hitler sebagai “Reich” Pertama.Penyebutan kekaisaran ini berubah-ubah. Pada awalnya, ia disebut sebagai Kekaisaran Romawi. Selanjutnya disebut Kekaisaran Suci. Pada perkembangannya, mulai disebut sebagai Kekaisaran Romawi Suci. Setelah Perdamaian Pfalz baru disebut dengan nama lengkapnya: Kekaisaran Romawi Suci Bangsa Jerman, meskipun anggota-anggotanya tidak semuanya berasal dari puak Jerman.Bahasa yang digunakan pada saat itu adalah bahasa Latin, sehingga nama resminya adalah Sacrum Romanum Imperium (secara harafiah: Kekaisaran Romawi Yang Disucikan; kata untuk “suci” adalah sanctum, tapi hanya digunakan untuk Tuhan).Di abad ke-18 daerah kekuasaannya menjangkau negara-negara modern Jerman, Republik Ceko, Austria, Liechtenstein, Slovenia, Belgia dan Luxemburg, juga sebagian besar Polandia dan sebagian kecil Belanda. Sebelumnya malah juga menjangkau seluruh Belanda dan Swiss, dan sebagian dari Perancis dan Italia.Adalah sangat sulit untuk menjelaskan kekaisaran ini karena ia tidak menyerupai bentuk-bentuk negara yang kita kenal saat ini. Sejarawan Samuel Pufendorf dalam penjelasannya De statu imperii Germanici, diterbitkan dengan nama alias Severinus de Monzambano di tahun 1667, menulis dalam bahasa Latin: “Nihil ergo aliud restat, quam ut dicamus Germaniam esse irregulare aliquod corpus et monstro simile …” (“Jadi kita kemudian hanya dapat menyebut Jerman sebagai suatu himpunan yang tidak tunduk pada satu aturan dan menyerupai monster”). Voltaire, seorang filsuf Perancis, kemudian hari juga mengatakan bahwa entitas ini “bukan kekaisaran, tidak suci dan juga tidak Romawi”.Namun meskipun dikritik oleh banyak negarawan, politisi dan filsuf, struktur Uni Eropa sekarang ini malahan mirip dengan struktur Kekaisaran Romawi Suci.Pangeran-pemilih (Kurfürst) dari Kekaisaran Romawi Suci. Dari Bildatlas der Deutschen Geschichte oleh Dr Paul Knötel (1895).Kekaisaran Romawi Suci adalah sebuah institusi yang unik dalam sejarah dunia dan oleh karena itu sulit untuk dimengerti. Untuk dapat mengerti apakah dia, kita mungkin perlu mengetahui bahwa Kekaisaran Romawi Suci bukan merupakan suatu nation-state. Meskipun etnik penguasanya adalah etnik Jerman, namun dari awal banyak etnik yang membentuk Kekaisaran Romawi Suci. Banyak dari keluarga bangsawan penting dan pejabat tertunjuk datang dari luar komunitas penutur bahasa Jerman. Pada masa kejayaannya, kekaisaran ini dia hampir mencakup wilayah sekarang dari Jerman, Austria, Swiss, Liechtenstein, Belgia, Belanda, Luxemburg, Republik Ceko, Slovenia, dan juga timur Perancis, utara Italia dan barat Polandia.Oleh karena itu, bahasanya tidak hanya terdiri dari bahasa Jerman dan banyak dialeknya dan turunan saja, tetapi juga banyak bahasa Slavia, dan bahasa yang menjadi Perancis dan Italia modern. Lebih jauh lagi, pembagiannya menjadi beberapa wilayah yang diatur oleh pangeran sekuler dan eklesiastikal, prelate, count, ksatria kerajaan, dan kota bebas membuatnya lebih erat dari negara modern yang bermunculan di sekitarnya.Namun, dalam masanya, dia lebih dari sebuah konfederasi. Konsep Reich tidak hanya mencakup pemerintah dari wilayah tertentu, tetapi juga memiliki konotasi keagamaan Kristen yang kuat (suci sebagai namanya). Sampai 1508, Raja-raja Jerman tidak dianggap sebagai Kaisar dari Reich sebelum Paus, wakil Kristus di bumi, memahkotainya secara resmi sebagai Kaisar.Reich oleh karena itu dapat dijelaskan sebagai persilangan antara sebuah negara dan sebuah konfederasi keagamaan. 7. Elector (kardinal) orang yang diangkat oleh Paus karena seseorang yang dipilih oleh Tuhan.sehingga jabatannya berada dibawah Paus.seorang Elector juga harus belajar dan mengikuti kehidupan Yesus dan Petrus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: