Haruskah Saya Sekolah?

21 Jul

Jika kita perhatikan banyak masyarakat yang berusaha keras untuk memperoleh pendidikan yang tinggi.Hal ini dapat kita hal progresif tetapi juga dapat juga kita nilai sebagai hal yang sebaliknya.Kenapa? Sebagai hal yang progresif ini menunjukan indikasi terhadap kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kebutuhan Ilmu Pengetahuan dalam rangka memberantas kebodohan serta kemiskinan.tetapi bila keta lihat dalan sebuah perspektif yang lain betapa pendidikan di Indonesia tanpa disadari menjadi hal yang dikomersilkan oleh sebuah lembaga pendidikan.Pendidikan yang menjadi sebuah komoditi modern menjadi terlalu mahal dan sulit terjangkau oleh kalangan menengah kebawah dalam memperoleh pendidikan yang “bermutu”. Dalam meraih hal inilah terkadang para orang tua mengorbankan segala hal untuk dapat memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya,bahkan tak jarang dari antara mereka harus berhutang demi membuat anak mereka pintar.padahal pada realitanya setelah sesorang menyelesaikan studinya belum tentu dia mendapatkan perkerjaan sesuai dengan bidang akademisnya atau bahkan seorang sarjana hanya menjadi penganguran.

Karena subtansi pendidikan adalah memberikan hal-hal yang dibutuhkan seorang anak dalam menghadapi kehidupannya kelak.Maka hal yang terpentinga adalah mempersiapkan seorang anak unutuk dapat mengatasi kehidupan pada masa dewasanya.

Pikiraan Kita sudah terlalu di “set” untuk berpikir bahwa untuk mendapatkan penghidupan yang layak maka pendidikan sesorang pun harus tinggi. Memang dalam dunia ini ada hukum keseimbangan tetapi, bukan kah yang diperlukan dalam dunia pekerjaan adalah Keterampilan sesorang.Keterampilan seseorang memegang peranan penting dalam bagaimana dia menjalani kehidupan ini.Seorang Bill Gates tidak pernah lulus kuliah Harvard-nya tetapi dia menjadi seorang yang paling kaya di planet ini.Lalu pentingkah Pendidikan Formal tersebut? Pendidikan formal menjadi penting tetapi hanya terbatas pada pembentukan cara berpikir kritis dan sistematis,karena selebihnya kitalah yang mengembangkannya dan menerapkanya.Pendidikan menjadi hal yang memalukan bila kita hanya berorintasi pada nilai akhir atau pada selembar Izasah atau gelar. Kenapa? Karena kedua hal diatas adalah sesuatu hal yang dapat hilang. Seorang dengan gelar Doktor dapat diambil kembali gelarnya oleh Universitas yang memberikan tetapi mereka tidak dapat mengambil Ilmu yang melekat dipikiran Doktor tersebut.

Lalu haruskah kita bersusah payah dalam memperoleh pendidikan? Ya,tetapi sekarang harus dalam perspektif berbeda .sehingga kita tidak lagi harus melihat pendidikan dalam hal yang formal saja dalam rangka mengejar hal yang semu seperti Izasah dan gelar, tetapi yang penting adalah bagaimana kita meningkatkan kemampuan kita dalam suatu bidang yang kita tekuni ,sehingga kita menjadi orang yang ahli dalam bidang tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: