Boedi Oetomo

10 Mar

Asal Mula Budi Utomo Budi Utomo hingga saat ini dipandang oleh sebagian besar masyarakat insonesia ebagai organisasi pertama yang lahir di Indonesia. Jauh sebelum itu Budi Utome dicoba dihubungkan dengan organisasi yang ada sebelumnya. Majalah Retnodoemilah yang pertama terbit 1895. dan pewarta Prijaji yang terbit pada 1900. Retnodoemilah berisikan sebagian besar tenttang masalah kondisi penduuk jawa yang yang semakin buruk dengan perhatian khusus kalangan priyayi, dan ditujukan pada kalangan elite priyayi. Sedangkan Pewarta Prijaji mamfokuskan pada masalah pemerintahan juga meliputi kebijakan luar negeri pemeritah. Pada Tahun 1901 surat kabar Retnodoemilah terjadi pergantian pada redaksinya, yaitu dipimpin oleh Wahidin Soedirohoesodo yang selanjutnya dikenal dengan dokter Wahidin. Pada masa kepemimpinannya. Dalam kedudukannya sebagai redaktur Wahidin memainkan peranan penting dalam menggalakan pendidikan dan menyadarkan orang jawa. Organisasi para imigran Cina di Batavia yang telah didirikan tahun 1900 yaitu Tiong Hwa Hwe Koan, memberikan arti yang mendalam pada masyarakat jawa. Sehingga menyebabkan berdirinya bebarapa perkumpulan yang walaupun bersifaat persaudaraan bukan pergerakan. Seperti Mardiwara dan Suria Sumirat. Mungkin masih banya organisasi yang telah lahir tetapi harus berjuan susah payah karena kesulitan keuangan. Tanggal 5 februari 1905 Wahidin memberikan ceramah untuk peletakan dasar bagi penyelenggaraan beasiswa yang diperjuangkannya beberapa tahun berikutnya. Pendirian wahidin menunjukan bahwa pendidikan merupakan kunci kemajuan. Tahun 1906 Wahidin mulai melancarkan propagandanya tetang pemberian beasiswa bagi anak-anak muda pribumi yang pandai.. pada bulan November 1906 dia juga meninggalkan sebagai redaktur harian Retnodhoemilah agar dapat berkiprah lebih besar lagi. Dalam menjalankan Propaganda tersebut Wahicin didampingi Pangeran Ario Noto. Usahanya tidak terlalu berhasil, tetapi pertemuan denganmurid STOVIA merupakan hal yang terpenting dalampendirian Budi Utomo. Pertemuan Wahidin dengan Soetomo dan Soeradji meninggalkan semagat yang dalam pada jiwa siswa STOVIA tersebut. Oraganisasi untuk kaum muda Jawa ini didirikan oleh Soetomo pada hari Minggu 20 Mei 1908. Nama Budi Utomo tersmi ditetapkan dalam rapat ini. Para ppeserta rapat tidak hanya sari STOVIA saja tetapi dari berbagai sekolah lain.hal ini dikarenakan Para siswa STOVIA mencoba merebut hati rekan-rekan sesame merekan di sekolah lanjutan lain, yang dalam hal ini berbeda dengan Wahidin. Walau begitu mereka mendapat rintangan dari beberapa Guru STOVIA dan membauat risau para siswa. Sikapbinbang para siswa ini tercermin dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Soewarno, selaku seketaris Budi Utomo. Pernyataan pertama tentang kegagalan Wahidin yang hanya menitik beratkan para pemimpin pribumi dan para piyayi kecil selalu jadi sasaran akibatnya. Pernyatan kedua memperinci tujuan Budi Utomo, yaitu menegaskan pentingnya pendidikan dan “ dihapuskannya adapt hoormat yang menyusahkan”. Dalam pernyataan yang pertama ini Soewarno menyatakan bahwa akan diadakan sidang umum pertama pada bulan Oktober 1908.dan diputuskan bahwa kongres dibuka untuk umum serta mengundang para Bupati. Hal ini diputuskan bahwa Wahidin diangkat sebagai ketua Kongres.Soewarno kemudian mengemukakan pernyataan kedua pada bulan berikutnya yaitu bahwa Budi Utomo merupakan pelopor bagi Algemeen Javaansche Bond atau Persatuan Seluruh Jawa. Dengan tugas pokok merintis jalan bagi perkembangan yang harmonis bagi negeridan bangsa belanda. Peningkatan Anggota Budi Utomo terus bertambah menjelang kongres. Tanggal 28 september 1908 diajukan susunan butir-butir maslah yang akan dibahas di kongres. Usulan ini dating dari cabang Jakarta dan Yogyakarta. Kongres pertama Budi Utomo dilaksanakan dai tanggal 3-5 Oktober 1908. Para utusan baik dari orang dari seluruh pulau jawa. Dan para Pejabat Jawa mulai dari raj, Tumenggung dan Bupati. Dalam rapat ini terjadi perselisiahan ketika Tjipto Mangoen Koesoemo tampil berbicara. Dia menginginkan bahwa budi Utome harus tampil sebagai partai politik . Sedangkan Wahidin dan yang lainnya mengiginkan sebagai organisasi pendidikan dan kebudayaan. Walaupun keduadunya sama-sama ingin mengalakan pendidikan Barat. Tetapi terjadi perbedaan sikap pula. Wahidin menujukan pendidikan bagi para kaum priyayi sedangkan Tjipto untuk seluruh masyarakat Hindia Timur Belanda. Perseteruan ini berakhir dengan keputusan bahwa Budi Utomo merupakan organisasi pendidikan dan Kebudayaan yang dalam mencapai cita-citanya dapat menempuh jalur Politik. Dan untuk prioritas pendidikan prioritas diberikan bagi kalangan priyayi karena para peserta kongres yang sebagian besar adalah golongan itu dan masih mengiginkan hak tersebut.Pada tanggal 4 oktober siding memilih pengurus organisasi tersebut. Sebagai ketua dipilih Tirtokoesoemo. Selama beberapa bulan seusai kongres pengurus terus memusatkan perhatiannya pada perumusan program organisasi. Budi Utomo dan pemerintahan Kolonial Pemerintah colonial sangat berminat pada organisasi Budi Utomo tersebut. Terpilihnya Tirtokoesoemo sebagai ketua dilihat aman walaupun tetap menyimpan kecurigaan. Hal ini karena TirtoKoesoemo merupakan Bupati Karanganyar yang Notbene merupakan Pejabat bawahan Kolonial. Badan pengurus yang telah selesai menyusun angaran dasar organisasi walaupun adaperdebadan tentang pasal 2 mengenai pembatasan kegiaan organisasi.kemudian selesainya anggaran dasar tercantum Tujuan dari Budi Utomo yaitu: • Kepentingan pendidikan dalam arti seluas-luasnya • Perbaikan pertanian ,perternakan dan perdagagan • Perkembangan tenik dan Industri • Menumbuhkan kembali kesenian dan tradisi pribumi • Menjunjung cita-cita umat manusia pada umumnya • Hal-la lain yang bias membantu meningkatkan kesejahteraan bangsa. Wawasan Kebanggsaan tercermin daripimpinan dan angota Budi Utomo. Konsep keanggotaan terbagimenjadi 2 yaitu keangotaa tetap dan keangotaan badan pengurus. Konsep juga menegaska bahwa badan pengurus harus diserahkan kepada orang jawa tetapi batasan demikian tidak diberikan bagi yang tersolong anggota tetap. Tahun 1909 dua kelompok minoritas berangsur-angsur terbentuk. Yaitu yang mengingankan Budi Utomo sebagai Partai politik dan yang menghendaki perluasan ruang ligkup Budi utomo untuk selueruh bangsa Hindia. Untuk meredam perpecahan terbuka dipilihlah Tjipto dan Soerjodipoetro duduk dalam badan kepengurusan. Tetapi Tjipto tetap berpegang kepada pendiriannya, sehingga akhirnya dia mengundurkan diri dari badan pengurus. Walaupun akhirnya mundurt Tjipto membawa organisasi tersebut kearah yang lebih radikal. Kongres kedua diadakan pada tanggal 10-11 oktober 1909.lebih dari tiga ratus orang Jawa, Cina dan eropa hadir dalam siding ini. Suasana siding tidak begitu mencolok karena berkurangnya semangat para peserta kongres. Pidato palin petnting dalam kongres ini sisampaikan oleh Sastrowidjono yang memnyampaikan persoalan “bagaimana mamajukan penduduk Jawa”.Kongres ditutup pada tanggal 18 Oktober dengan mengajukan anggaran dasar unukk meminta persetujuan pemerintah Kolonial.karena anggaran dasar bersifat moderat maka organisasi Budi Utomo disahkan pada dengan Keputusan Pemerintah No.52, 28 desember 1909. Tetapi kekawatiran dating dari para Politik Etik karena masih kurang dapat dipahami tujuan bersirinya organisasi tersebut. tetapi Van deventer sangan menyambut organisasi ini karena dapat menghauska system tradisional yang selama ini merintangi. Tetapi akhirnya para pejabat belanda terbagi dua kelompok yaitu “yang suka campur tanggan “ dan ‘ yang lepas tangan”. Tetapi untuk sementara pemerintah meraas cukup puas sehingga dalam dokumen rahasia Budi Utomo tidak disebutkan lagi hinnga tahun 1915 ketika Budi Utomo berpindah haluan pada kegiatan politik. Budi Utomo dan Masyarakat Jawa Pada Tanggal 22 Oktober 1908 , Bupati Tumenggung dan Jeparra mengusulkan pembentukan bupati sejawa dan madura. Oraganisasi ini mirip dengan beberapa program Budi Utomo. Hal ini sangat disayangkan karena pada saat Budi Utomo masih berusaha mewakili priyayi kecil hal ini muncul. Sehingga timbullah persainga dalam kedua oraganisasi tersebut karena menganggap mewakili bangsa Jawa. Selain itu hubungan yang sangat berbeda terjadi bertahun –tahun dengan gerakan pembaharu islam yaitu Muhammadiah.dengan menjalin kontang dengan Guru sekolah negeri dan pejabat pemerintahhan itu, akan terbuka kemungkinan baginya untuk memberikan pelajaran tetantang gagasan-gagasan pembaharuan keagamaannya disekolah-sekolah. Kepentingan dalam bidang pendidikan membuat keduanya menjadi sekutu yang wajar pada awal tahun permulaan itu. Adanya kelompok-kelompok keagamaan yang mencerminkan berbagai pandangan pikiran dibalam tubuh organisasi, maka terdapat pi\ula banyak perbedaan tentang masalah kegiatan politik. Douwes Deker pernah maramalkan kemandekan Budi Utomo karena terus berperannyapara konserfatif dalam lingkungan organisasi tersebut. Walaupun menurunnya kegiatan tersebut karena factor keuanggan. Karena Budi Utomo hanya bergantung pada iuran para anggotanya.bahkan konmgres ketiga batal dilaksanakan karena kendala tersebut tetapi hanya dilakukanrapat local sebagai penggantinya.Rapat local mambahas tetang perlunya mutu pendidikan yang harus ditinggkatkanpada sekolah dasar pribumi. Ditenggah kesulitan tersebut pimpinan Budi Utomo mengalmi pergantian dan terpilih Noto Dirodjo sebagai ketua Budi Utomo. Pergantian kepemimpinan ini tidakberhasil merombak acuan lama organisasi tetapi cukup utuk menuipkan nyawa baru ke dalam kegiatannya.Akhir tahun 1911-1912 Budi Utomo harus menyaksikan kelahiran dan perkembangan organisasi yang akhirnya nanti menutupinya. Organisasi tersebut ialah Sarekat Islam dan Indische Partij. Perbedaan Serekat islam dan Budi Utomo adalah serekat islam tidak mencari anggota dari kalangan priyayi atau para pejabat pribumi. Dan mereka lebih pada aksi dari pada sekedar berbicara. Indiische Partij juga mementingkan bertindak dan bukan hanya sekedar bersilat lida seperti Budi Utomo, selain itu Indische Partij juga menjembatani jarak antara golongan indo eropa dengan penduduk pribumi.. Teapi karenatakut terhadap perkembangan radikalisme politik pemerintah mulai melakukan pembatasan pada kedua organisasi baru tersebut. Melihat perkembangan Budi Utomo dapat terlihat bahwa budi utomo tidak dapat lepas dari dukungan pemerintah Kolonial. Sedangkan dilain pihak hubungan tersebut memotong kebebasan dan keefektifan organisasi ini. Karena pimpinan Budi Utomo lebih banyak menunggu reaksi pemerintah. Karena Itu dimata masyarakat pribumi umumnya dipandang seperti dikendalikan pemerintah colonial. Menuju Kiprah Politik Cirri Budi Utomo sejak awal adalah pengurus pusat yang kurang kuat memimpin kegiatan cabang-cabangnya. Terlihat dari tradisi orang Jawa yang mengutamakan siapa orangnya bukan perbuatannya, mereka tidak menerima pendidikan organisasi. Juga organisasi ini terlalu Jawa sentris, dibidang militer yang terdapat dalam kesatuan-kesatuan militer Jawa ini terlihat dari surat seorang sersan yang mengemukakan protes terhadap apa yang dipandangnya diskriminasi atas orang Jawa. Dalam kerangka seluruh cabang Budi Utomo, cabang militer ini tidak terlalu dipandang istimewa. Namun cabang ini selanjutnya dapat dengan cepat menanggapi persoalan system wajib militer pribumi. Dan ketika Perang Dunia I pecah pada tahun 1914 pimpinan Budi Utomo mengadakan rapat yang membahas bagaimanakah sikap penduduk pribumi terhadap pecahnya perang besar di Eropa yang juga berpengaruh di Tanah Air kita? Dan sikap yang diambil oleh Budi Utomo ialah turut membantu pemerintah dalam berperang melawan penyerbu yang mungkin datang. Dalam sebuah surat kepada menteri tanah jajahan tanggal 11mei 1915 gubernur jendral idenburg mengemukakan rencana untuk melatih penduduk pribumi. Namun hal ini juga menuai protes tidak semua kalangan setuju terhadap rencana ini. Dan dari kalangan lain seperti tjokroaminoto menuntut agar dibentuk sebuah badan resmi atau dibentuknya system parlementer. Tuntutan agar system perlementer diwujudkan, baik sebagai imbalan sesudah atau sebelum diberlakukannya system mililsi pertama-tama dikemukakan oleh seorang ahli obat bernama mas Soetedjo, utusan cabang surakarta dan enam anggota lainnnya. Ketika diadakan pemungutan suara untuk mosi tiga puluh sembilan menyatakan dukungan, dan mosi itu berbunyi diantaranya sebagai berikut: (Budi Utomo) berpendapat bahwa pemberlakuan wajib militer bagi rakyat itu perlu……bahwa sehubungan dengan hal ini pendapat rakyat harus didengar, dan oleh karenanya maka sebuah perwakilan rakyat harus diadakan. Tahun 1915 ternyata merupakan tahun yang sulit bagi pemerintah kolonial. Kekhawaturan terhadap serangan musuh dan minat dari kalangan pribumi tentang system parlementer, ternyata menciptakan keresahan bagi kalangan pejabat Belanda. Tapi bukan Budi Utomo saja Organisasi pribumi yang menjadi perhatian gubernur jenderal. Mengingat keanggotaan Serekat Islam terus membengkak Idenburg sebelum tiga hari meninggalkan jabatannya memberi pengakuan terhadap Central Sarekat Islam (CSI). Dua minggu setelah kongres CSI, Budi Utomo menyelenggarakan rapat anggota di Surabaya. Dalam sidang mendesak agar Budi Utomo mengadakan kongres nasional seperti yang belum lama dilaksanakan CSI. Dengan harapan menarik pendukung lebih besar. Dan masalah pertahanan Hindia sudah tidak lagimerupakan pikiran khusus kaum terpelajar pribumi umumnya. Oleh karena jelas bahwa kecil kemungkinan serangan musuh ke Hindia, dan sebagai cara untuk menegaskan perlunya perwakilan rakyat dan tampil menguasai panggung poitik. Pembentukan volkstraad sebagai perwakilan rakyat didominasi oleh Budi Utomo. Sidang pertama yang diadakan tanggal 31 maret 1917 di Batavia menempatkan orang-orang Budi Utomo sebagai wakil-wakil dari delegasi yang dikirim ke Negeri Belanda. Menghadapi pemilihan Volkstraad bangsa Belanda di Hindia mulai membentuk partai-partai. Juga golongan Kristen protestan, katolik roma dll. Dan minat tumbuh minat terhadap keanggotaan volkstraad di dalam masyarakat. Pemilihan sendiri berlangsung pada 1918 dan hasil dari pemilihan anggota-anggota pribumi yang terpilih didominasi orang-orang Budi Utomo dan NIVB. Volkstraad di buka pertama oleh gubernur jendral van limburg pada tanggal 18 mei 1918. pembukaan volkstraad terasa sebagai pembukaan zaman baru.

sumber:  Nagazumi,Akira.  Boedi Oetomo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: